Efek kopi

Efek kopi tidak pernah berubah
Meski ia telah ditinggal lama penikmatnya
Meski penikmatnya sering menolaknya
Mengingkari setiap kerinduannya

Ketika sang penikmat kembali dengan keraguan
Kopi tetap menyambut dengan nikmat yang sama
Efek yang sama
Tak pernah membuat penikmatnya kecewa
telah memilih untuk kembali

Dijalan ini

Dijalan ini aku tak bisa berhenti
Harus terus melangkah
Harus terus berlari
Mengejar mereka
Menyamai langkah mereka 
Juga mendampingi dirimu

Dijalan ini aku tak bisa berhenti
Aku tak bisa melihatmu
Berjalan sendiri di jalan ini
Berjuang sendiri dijalan ini
Meski kadang lelah
Meski kadang jenuh
Janjiku untuk menemanimu
tak akan terpatahkan

keapatisanku menyerangku




Sakit mungkin, terasa menusuk hati ini

Ketika keapatisanku akhirnya menyerangku sendiri

Aku tersudut diantara derap tawa mereka

Terdiam tak mampu berkata

Kata-kata hanya tercekat ditenggorokan

Tak mampu melakukan pembelaan diri

Akhirnya hanya bisa menarik diri menjauh

Mendengarkan derap tawa mereka disudut persembunyian

Kiranya hanya itulah yang bisa dilakukan

Menahan rasa sakitnya yang tanpa sengaja

Telah mengakar

Tidak berusaha menyembuhkan

Hanya berusaha membuat senyum kepalsuan

Agar tersamarkan sakitnya

Tak ada yang akan begitu peduli

Tak akan ada yang menyadarinya

Semuanya nyaris tersamarkan

Dan akan tetap baik-baik saja pada akhirnya

Didepan mereka

Dan aku akan bertahan dipersembunyianku

Dengan semua kepura-puraanku







takdir


Takdir senang memerankan dirinya sebagai tokoh yang tulus, jiwa yang penolong, malaikat pelindung yang selalu mendampingimu kapan saja untuk dijadikan tempat bersandar ketika kita dirundung masalah hidup yang berat. Tak tahukah kau harus berbuat apa? Biarkanlah takdir yang memutuskannya. Hidupmu kacau? Biarkanlah takdir yang membereskannya. Takdir tahu yang terbaik. Lajang dan patah hati? Takdir memiliki sesuatu yang indah untukmu.

Alexandre Potter dalam novel You’are the one that I don’t want

 
template designed by 2k6351