Aku terpaku dengan segala rasa yang
mungkin tak dapat lagi aku pikirkan seberapa berartinya lagi, yang aku tahu
hanya ya begini. Aku berhenti disudut jalan sejenak saja untuk memandang ke
arah langit. Begitu teduh dan begitu damai. Sejenak masalah itu terlupakan. Aku
hanya tahu ada langit yang menaungiku ada damai yang menyertaiku dan selalu ada
kesegaran yang bersedia menampung segala jenuhku. Aku melanjutkan berjalan lagi
menatap kembali kebenaran hidup yang harus aku jalani. Apalah arti hidup tanpa
masalah? Kita akan lebih merasakan apa yang namanya kehidupan kalau kita
benar-benar menyelesaikan masalah itu dengan ikhlas. Sakit hati hanyalah secuil
kecil masalah kehidupan mungkin seperti remahan yang ditimbulkan roti tart yang
gedenya lebih gede dari ban truk kontainer. Hanya kecil sekali pasti kita bisa
menyelesaikannya lebih mudah dari masalah hidup lainnya. Oke fine kita punya
semangat lagi untuk bisa menjalani kehidupan ini dengan lebih baik dan indah
lagi. Kita hanya perlu menjalani karena kita sudah punya sutradara dan produser
sendiri dalam hidup ini. Layaknya aktor dan aktris di film kita hanya harus
menjalani apa yang sudah ditulis discirpt tapi bukan dengan kepura-puraan.
Jadilah dirimu sendiri, jangan terlalu bergantung pada orang lain dan temukan
jalan tersendiri untuk membuat mereka yang ada disekitarmu bahagia. Jangan
memilih untuk disenangkan orang lain banggalah dengan menyenangkan orang lain.
Kemanapun kamu pergi seberapapun kamu berhasil jangan lupa kamu adalah bagian
dari masyarakat mendapatkan pelajaran hidup dari masyarakat bukankah seharusnya
yang kita dapatkan dikembalikan lagi kemana kita mendapatkannya? tapi semua itu milik-Nya jadi tetaplah rendah diri,, kesombongan hanya akan menghancurkan dirimu.. vrai?
Subscribe to:
Posts (Atom)