Zona amanku


Zona Aman

Begitu susah kah menemukan kembali tujuan hidup. Kadang orang memiliki pendirian yang kokoh dalam tujuan hidup tapi tak sedikit juga yang akhirnya berbelok ditengah jalan. Banyak sebab, salah satunya adalah kebahagian, mereka banyak berbelok karena merasa ada tujuan hidup yang lebih menjanjikan kebahagiaan dan juga mencari zona aman dan nyaman. Berusaha tidak mengambil jalan yang terlalu banyak resiko. Begitulah mereka seperti aku juga. Apa yang aku lakukan saat ini? Hidup ya hanya begini saja menjalankan kewajiban, menerima hak, berusaha tidak membuat hal yang buruk tetapi juga tidak tertalu bekerja keras untuk menghasilkan sesuatu yang wow. Ya kata orang hidupku terlalu nyaman dan lempeng-lempeng saja. Ya tapi beginilah aku pengecut karena tidak berani keluar dari zona aman hidupnya. Ya dan hanya begini...

Milkshake Strawberry


Milkshake Strawberry...




Ahh...... serasa turun hujan setelah melewati begitu lamanya kekeringan. Manis, segar begitulah rasanya sambil melihat wajahmu yang kini sudah mulai berubah semakin dewasa. Bukan lagi wajah anak kecil yang kulihat 2 tahun yang lalu. Kamu dan senyummu itu tak ada yang berubah. Sifatmu juga masih sama pemalu dan gampang grogi. Andai aku bisa jujur kalau aku sangat menyukai pertemuan tadi. Benar jika aku merindukanmu, dan tadi barulah aku siap untuk bertemu denganmu. Setelah aku menata semua hati ini. Setelah aku berhasil melupakan sayang ini, dan kembali menatapmu sebagai sahabat seperti awal kita bertemu. Aku sempat menyukaimu, entah suka atau hanya keinginan untuk merasakan kebahagiaan. Tapi jujur aku sudah bisa biasa seperti dulu tidak lagi merasakan jantung yang berdetak setiap mendengar suaramu. Satu lagi hal yang membuat aku tersenyum, vespa itu. Vespa yang dulu sangat kuinginkan untuk dapat aku menaikinya. Keinginan itu masih ada, karena itu janjimu padaku. Suatu saat nanti aku akan menagihnya, setelah kamu siap untuk kembali seperti dulu lagi. Terima kasih untuk pertemuan tadi yang manis dan menyegarkan seperti milkshake strawbery yang sekali lagi senja tetap menaungi setiap pertemuan kita. 


Melegakan

Hari ini untuk pertama kalinya aku benar-benar merasa yakin untuk menceritakan sebagian kesesakan ini. Saling berbagi apa yang membuat kami terlalu sesak. Temanku ini tidak banyak bertanya ketika aku menceritakan semuanya, tidak banyak berkomentar hanya mendengar dengan baik... sungguh sedikit melegakan. Akhirnya aku juga tahu sepenggal kisah hidupnya yang mungkin tak banyak orang tahu, sama sepertiku. Menyembunyikan rapat-rapat hanya terlihat bagian luarnya saja sedangkan yang terdalam disimpan untuk orang-orang yang benar-benar membuat yakin. Terima kasih untuk waktunya hari ini semoga suatu saat kita bisa lebih jujur seenggaknya pada dirinya sekali saja..

pedas... untukmu


PEDAS

Pedas.. kenapa aku menyukainya? Alasannya simpel. Karenanya aku tak perlu merasakan yang lain, bahkan rasa tak enakpun tak akan terasa. Aku suka pedas sampai rasanya nyeri diperut. Bisakah kau seperti rasa pedas itu? Selalu ada jika aku menginginkannya. Membuatku hanya merasakanmu tidak perlu dunia tidak perlu mereka hanya aku dan rasaku. Kau pasti lebih suka manis ya kan? Aku tau itu karena kau tidak bisa untuk mencoba pedas bahkan hanya mencobanya karena kau pasti takut akan resiko sakit nantinya. Aku tahu itu, aku sangat tahu. Aku menerimanya, jika kau menikmati manis dan tidak pernah bisa menikmati pedas denganku, aku menerimanya. Padahal aku bisa menikmati pedas dan akupun bisa menikmati manis ketika aku bersamamu. Aku melakukannya untukmu agar aku bisa sama denganmu tapi kau tidak pernah berani mengambil resiko untuk bisa bersama denganku, merasakan apa yang aku suka bersamaku. Kau takut untuk mengambil resiko sakit meskipun jelas2 kau tahu hanya itu yang bisa kau lakukan agar kita bisa bersama2. Kita terpisah mungkin karena takdir, atau mungkin karena kau menginginkannya, sedangkan kau tidak pernah bertanya padaku apakah aku menginginkannya ataukah hal itu memang takdir adanya. Kau tidak pernah sekalipun bertanya padaku. Aku menunggumu bertanya, aku menunggu tidak hanya sehari ataupun sebulan lebih dari semua itu tapi sampai kini jangankan bertanya, bertemu dengankupun kau tidak pernah punya keinginan. Masihkah aku harus menunggu? Jawaban seharusnya iya tapi aku menolaknya. Aku tidak lagi menunggumu, ataupun pertanyaanmu. Aku melepaskanmu perlahan2 dari hatiku dan juga rinduku. Aku akan bahagia disini sedangkan kau kuharap bahagia disana dengannya.  Aku akan tetap menyukai pedas agar aku tak perlu merasakan lainnya.

untukmu yang tak bisa berkata jujur padaku...

 
template designed by 2k6351