UNTITLED


Ketika aku berdiri disini mengambil langkah untukmu, aku menyadari ini langkah yang cukup berani. Kamu masih saja menganggap ini hal yang main-main dariku. Kamu selalu mengingkari semua yang aku katakan, sebuah pengakuanku kamu tetap menganggapnya sebagai lelucon. Kamu menyangkalnya, aku tahu kamu takut akan keberanianku mengambil langkah ini. Diam itulah respon darimu yang ku anggap wajar, karena kamu masih belum yakin akan hatimu sendiri ya kan? Tapi aku sudah terlanjur memutuskan untuk mengambil langkah ini. Mengenali apapun yang ada didalam dirimu dan tidak membandingkan dengan siapapun. Harusnya itu juga yang kamu lakukan ketika kamu memutuskan untuk meninggalkan semua masa lalu itu. Tidak membandingkan masa depan yang belum kau jalani dengan masa lalu yang kau katakan ingin kau lupakan. Kamu tidak bisakah menerimaku apa adanya, mencintai hanya aku yang begini saja. Kamu haruskah tetap menginginkan sosok seperti masa lalumu. Ayolah jangan menjadi lelaki yang picik, jadilah lelaki yang kuat dan teguh untuk bisa menghargai, mencintai wanita yang jelas-jelas jauh dari harapan dan bayang-bayang masa lalumu.  

AKU dan KELEDAI



Aku lebih bodoh dari keledai

Kemarin ada yang lebih menusuk semua bagian tubuhku selain dinginnya kota Batu dimalam hari. Kota yang aku punya sedikit kenangan denganmu ,, maaf bukan sedikit sangat banyak untukku dan mungkin sedikit untukmu. Setiap aku menginjakkan kakiku ditempat itu tepat ditugu “Selamat Datang dikota wisata Batu” hal pertama yang kuingat adalah dirimu pasti itu. Hal bodoh lagi yang aku lakukan adalah lebih suka pulang naik motor daripada naik kendaraan lainnya. Alasannya simpel karena kamu membawaku kekota ini dengan motormu dan untuk pertama kalinya aku merasakannya. Sepanjang jalan itu, aku memiliki kenangan denganmu. Dan kemarin dikota kenangan kita untuk pertama kalinya aku mendengar alasan itu. Alasanmu meninggalkanku akhirnya aku mendengarnya meskipun dari seseorang bukan darimu sendiri. Setelah 3 tahun aku mempertanyakan dan hampir menyalahkan diriku sendiri atas semua yang terjadi. Setelah tahu hal itu ternyata aku masih ada pertanyaan yang seharusnya aku tanyakan langsung kepadamu kerena ya aku menginginkannya. Sempatkah, ada kesempatan kah? Untukku mempertanyakannya. Sedangkan kau, pernahkah berusaha memberi kesempatan untukku mempertanyaknnya, bisa mendengar jawaban dan pembelaanmu... ahhh ingin sekali aku merasakan semua itu. Alasanmu karena dia tidak bisa ditinggal, sedangkan kamu pernahkah bertanya padaku? Maukah aku untuk kau tinggalkan, relakah aku kau tinggalkan? Bisakah aku ikhlas kau lebih memilih dia dan membiarkan aku hidup untuk membencimu?  Jujur aku tidak membencimu sama sekali. Meski kau memperlakukan seperti kemarin, sebelum dan sesudah aku tahu alasannyapun aku tidak membencimu.  Sekarang kau membuatku mengingatmu lagi, lebih sering. Aku berjanji untuk tetap mengingatmu tapi aku juga berjanji untuk tidak membuatmu sering-sering muncul dalam ingatanku. Itu janjiku tapi kau membuatku mengingkari janjiku sendiri pada diriku. Haruskah aku meminum kopi lagi, haruskah aku menikmati lagi manis2 itu?? Jika aku mengulang kembali hal-hal disaat aku belum ingin melupakanmu apakah itu akan membuatmu melakukan apa yang aku inginkan? Ataukah hanya akan membuatku terjatuh lagi dilubang yang sama, melakukan kesalahan yang sama untuk kesekian kalinya. Aku lebih bodoh dari keledai berarti, karena keledai sibodoh itu tidak pernah mengulangi kesalahnnya untuk kedua kalinya. Akhirnya aku pasti akan mengulang kesalahan itu untuk sebulan kedepan, gak ada jaminan untukku tidak melakukannya. Tak ada yang melarangku, diriku tak punya kuasa atas diriku untuk tidak melakukannya. Kini aku hanya mendewakan perasaan ini. Jika kamu mendengarku meski hanya dalam batinmu, dengarlah aku sedang berusaha lagi menyembuhkan diriku sendiri dari luka pesonamu.



Widya
20/11/2012

AKU


Sendiri menanti sepi
Terbangkan jauh anganku ragu
Meraup sejuta nestapa
Menelan sebongkah ketidak bergunaan hidup
Tanpa terasa aku telah lupa akan rasa air mata
Mulai menikmati apa yang mereka sebut kepedihan
Terbiasa menghadapi kehampaan
Dan mulai berdamai dengan namanya kegagalan
Aku dan kepahitan dunia mungkin adalah teman baik
Kami bertemu disaat semua manusia tidak menginginkan akan keberadaan kami
Kami bersama-sama untuk saling menemani dalam pengasingan dunia
Aku yang muak akan mereka semua
Aku yang jenuh dengan kepura-puraan mereka
Tiba-tiba bertemu dengan kepahitan dunia yang sama-sama tidak diinginkan oleh dunia
Aku senang akan keberadaan kepahitan dunia
Dia tidak munafik
Dia sisi buruk dunia, sisi kesedihan dunia dan yang pasti dia mau berada bersamaku apapun alasan dibalik semua itu aku tidak peduli. Karena semua berhak untuk egois, semua berhak individual agar mereka bisa merasa bahagia dengan definisi mereka sendiri akan kata bahagia.

darimana aku? kemana aku?


Aku terpaku dengan segala rasa yang mungkin tak dapat lagi aku pikirkan seberapa berartinya lagi, yang aku tahu hanya ya begini. Aku berhenti disudut jalan sejenak saja untuk memandang ke arah langit. Begitu teduh dan begitu damai. Sejenak masalah itu terlupakan. Aku hanya tahu ada langit yang menaungiku ada damai yang menyertaiku dan selalu ada kesegaran yang bersedia menampung segala jenuhku. Aku melanjutkan berjalan lagi menatap kembali kebenaran hidup yang harus aku jalani. Apalah arti hidup tanpa masalah? Kita akan lebih merasakan apa yang namanya kehidupan kalau kita benar-benar menyelesaikan masalah itu dengan ikhlas. Sakit hati hanyalah secuil kecil masalah kehidupan mungkin seperti remahan yang ditimbulkan roti tart yang gedenya lebih gede dari ban truk kontainer. Hanya kecil sekali pasti kita bisa menyelesaikannya lebih mudah dari masalah hidup lainnya. Oke fine kita punya semangat lagi untuk bisa menjalani kehidupan ini dengan lebih baik dan indah lagi. Kita hanya perlu menjalani karena kita sudah punya sutradara dan produser sendiri dalam hidup ini. Layaknya aktor dan aktris di film kita hanya harus menjalani apa yang sudah ditulis discirpt tapi bukan dengan kepura-puraan. Jadilah dirimu sendiri, jangan terlalu bergantung pada orang lain dan temukan jalan tersendiri untuk membuat mereka yang ada disekitarmu bahagia. Jangan memilih untuk disenangkan orang lain banggalah dengan menyenangkan orang lain. Kemanapun kamu pergi seberapapun kamu berhasil jangan lupa kamu adalah bagian dari masyarakat mendapatkan pelajaran hidup dari masyarakat bukankah seharusnya yang kita dapatkan dikembalikan lagi kemana kita mendapatkannya?  tapi semua itu milik-Nya jadi tetaplah rendah diri,, kesombongan hanya akan menghancurkan dirimu.. vrai?

Senja Kemarin




Kemarin aq menatap langit dikala senja. Warnanya mendeskripsikan banyak perasaan. Kuning bercampur merah dipadukan dengan warna biru langit yang masih jelas nampak dan juga dibayag-bayangi warna hitam malam. Perpaduan yang tak mudah dideskripsikan dengan keterbatasan indra penglihatan manusia. Pertanyaanku hanya satu. Akankah kamu melihat warna yang sama, sisi yang sama dan dengan perasaan yang sama seperti apa yang aku rasakan dan akaau lihat kemarin? bukankah kita berada diwaktu yang sama, hidup dibwah langit yang sama meski aku tahu kita tidak berdiri berdampingan ditempat yang sama. Jika kamu merasakannya akankah seseorang yang kamu ingat itu adalah aku, apakah ada namaku dibenakmu kala itu? Aku belum punya waktu dan kesempatan yang tepat untuk menanyakannya kepadamu saat ini. Aku hanya bisa berharap ya memang aku dan namaku yang muncul dibenakmu pada saat itu. Suatu hari nanti mungkin akan ada kesempatan untukku menanyakannya. Sampai tiba waktunya nanti simpanlah rapat-rapat semua jawaban itu. Kalaupun sekarang jawaban yang aku harapkan sekarang tidak pernah muncul mungkin nanti suatu hari kamu berubah dan bisa memberikan jawaban seperti apa yang aku harapkan saat ini.  Aku bukan orang yang suka akan kata menunggu tapi untukmu kata menunggu sama artinya juga harapan.

First Love


Cinta pertama....
Alasan kenapa kita berpikir cinta pertama indah bukan karena cinta pertama kita itu tampan atau cantik, karena cinta pertama kita tanpa syarat. Bersalah atau merasa bodoh pada cinta pertama kita biarlah tetap seperti itu karena kita tahu kita tak akan pernah bisa kembali pada waktu hari-hari bersemangat saat muda. Cinta pertama adalah kemanisan, tanpa syarat apapun kita terjatuh dan menghadapi kegagalan. Dengan cerita dramatis kita merasakannya dan kita tahu bahwa cinta pertama akan menjadi cerita paling dramatis dalam kehidupan kita. Cinta pertama adalah masa yang tak akan pernah terulang kembali, jika datang cinta berikutnya itu hanyalah akan menjadi cinta yang baru. Mungkin cinta pertama memang bodoh dan menyakitkan tapi hal itulah  yang menjadikan kita semakin dewasa dalam kehidupan selanjutnya. Seseorang yang bermimpi tentang cinta adalah orang yang menunggu. Orang yang menunggu akan mengenali cinta yang mendekat padanya. Jadi cinta pertama akan menjadi bagian yang melelahkan didalam hidup sebelum kita benar-benar menemukan cinta yang sebenarnya.


EPILOG  Korean Drama: REPLY 1997

rindu


Matahari terbit lebih cerah hari ini. Pertama aku begitu senang untuk merencanakan hari ini akan terlewati dengan bahagia. Sesaat senyum ini sangat merekah tetapi tiba-tiba hati ini  merasa sakit. Alasannya aku tau sangat tahu karena memang hanya ada 1 alasan. Rindu ini, namamu yang membuat hati ini tiba-tiba sakit dan dada ini merasa begitu sesak. Aku memang tak mengingkari rindu ini, benar-benar tak mengingkarinya. Semua kesenangan yang telah kuhimpun semua kekuatan yang masih kusimpan dan kukunci rapat-rapat pagi ini luntur begitu saja karena sekelebat kenangan tentangmu melintas meluluhkan semuanya. Kenangan tentang cinta pertama bukan pacar pertama memang sulit untuk dilupakan. Aku memang tak bisa melupakanmu tetapi setidaknya kamu tidak terlalu sering muncul dalam ingatanku, begitu saja aku sudah sangat berterima kasih. Kamu memang bukan kutukan buatku tapi kehadiranmu membuatku sangat tidak nyaman bahkan jika itu hanya sekedar bayanganmu atau kenangan tentangmu didalam otakku yang tak pernah bisa kukendalikan kapan munculnya.  Cukup untuk pagi ini dan efeknya pasti sampai hari ini berakhir. Terima kasih masih membuatku sakit karenamu mungkin beginilah caraku merasakan hidup yang sebenarnya.
 
template designed by 2k6351