Sebuah pilihan Masa LALU


Sebuah pilihan masa lalu

Oleh : widya

Bukan aku mencari kesempurnaan untuk menemani langkah ini. Aku lebih mencari kesetiaan dan ketulusan. Aku menunggunya bukan berarti dia yang paling setia atau tulus kepadaku, sangat jauh karena dia bahkan tak tahu setulus apa aku menantinya. Aku menantinya karena hanya itu keyakinanku untuk bahagia sekarang sedangkan nanti aku tidak peduli. Mereka yang datang kepadaku menawarkan kesetiaan, cinta dan ketulusan belum satupun yang bisa membuatku yakin seyakin aku menanti dirimu dalam kefanaan. Tak ada paksaan, tak ada keharusan tanpa balasan berarti tapi inilah pilihanku. Terasa sakit dan sulit memang tapi bagimana lagi, aku telah memilih jalanku untuk terpaku kepadamu. Apa yang bisa kuperbuat sekarang, berlari menjauh, berjalan kearahmu, menyesal telah memilihmu atau aku harus menangis karena sakit ataukah tersenyum dengan pilihanku. Aku tak punya jawaban akan semua itu bahkan untuk diriku sendiri. Kepada mereka semua yang telah mendengar kisahkupun jika ditanya mengapa dan bagaimana aku tak punya jawaban yang cukup jelas. Aku hanya bisa berkata aku yakin, entah yakin tentang apa yang kutahu hanya aku yakin.
Maaf jika aku tak mampu mengatakan semua ini kepadamu, aku tak punya cukup keberanian, aku masih memikirkan harga diri daripada kelegaan hati ini untuk mengungkapkan semuanya kepadamu. Jika selama ini kujadikan dirimu semangatku dan kunikmati setiap senyumanmu yang tak mampu hilang dalam ingatan ini sebagai pengobat racun rindu maka ikhlaskanlah. Karena mungkin hanya itu yang kupunya. Secuil ingatan senyummu dan kenangan yang tak cukup banyak orang anggap penting tapi buatku sangat sulit untuk dilupakan. Senja dan hujan selalu mampu bercerita dengan caranya sendiri, untukku terhanyut dan terseret lagi akan ingatan-ingatan tentang dirimu. Yang mungkin akan kabur jika aku mengijinkannya, tapi hatiku bersikeras untuk tetap mengingat dan menyimpannya. Maaf dan terima kasih, untuk senyum dan kenangan yang selalu kunikmati diam-diam .


20:24 / 14 Mei 2012

aku boleh egois


Apa yang akan kamu lakukan ketika langkah mulai goyah? Aku harap adanya sebuah sandaran  untuk menopang agar tak sampai tersungkur jatuh. Tapi jika sandaran itu tidak ada, kemana harus berlari untuk menemukannya? Tidak perlu mencari, jadikanlah hatimu sendiri sebagai penopang. Jika hatimu kuat pasti cukup bisa menopang beban seberat apapun.  Ketika semua beban terasa sesak menghimpit dada, dan tak ada tempat untuk berbagi apa yang harus dilakukan? Berceritalah sendiri, hatimu akan mendengarkan seolah dia adalah teman setiamu. Tulisan juga salah satu tempat untuk bercerita, dia setia, diam tidak banyak kritik dan tidak mengeluh. Inilah mengapa aku lebih suka menulis daripada berceloteh dengan orang-orang yang melabelkan diri mereka sebagai sahabat tapi ternyata tidah sebaik apa yang dilabelkan.


AKU boleh EGOIS
Ketika egoku yang setia berdiri dengan diriku
Logikapun tak mampu menumbangkannya
Kebaikan hatipun terabaikan
AKU berhak EGOIS

Tidak memikirkan celoteh orang
Tidak peduli dengan penderitaan
Rasa belah kasihpun memudar
AKU boleh EGOIS

Hanya memikirkan diriku
Hatiku
Kebahagiaanku
Hanya diriku
Karena mereka juga melakukan itu padaku
AKU boleh EGOIS

AKU BERHAK AKAN ITU



09.13 / 1 Juni 2012
 
template designed by 2k6351